Rabu, 03 Oktober 2018

Trend Hijabi dan Gamis Muslim anak Uin tahun 2019


Trend Fashion 2019 sebentar lagi akan segera datang dan menghampiri kita-kita. Hal ini memang bukan bulan Ramadhan, yang seharusnya ditunggukan oleh umat muslim. Namun, wanita yang pada dasarnya memiliki keinginan untuk selalu mendapatkan informasi terbaru, sunnah memang mendapatkan informasi fashion terbaru di tahun depan.


Trend fashion gaya simpel akan tetap memenuhi pasang mata, untuk fashion hijabbers terbaru di tahun 2019.

Walaupun pada tahun 2019 nanti, diprediksi akan menjadi tahun yang penuh warna dan layer yang bertumpuk. Namun, masih banyak Sista hijebers yang ingin tampil dengan polosan mereka.







Tidak ada salahnya memilih full polosan, namun sista juga tentunya jangan takut untuk melakukan padu padan agar terlihat lebih fresh di tahun baru nanti.

Rabu, 07 September 2011

Jadikan al-Qur’an sebagai Bacaan Utama

Masjid Fathullah, BERITA UIN Online - Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam sudah selayaknya tetap menjadi bacaan utama di bulan Ramadhan. Karena itu, seorang muslim sejati hendaknya menjadikan al-Qur’an sebagai salah satu mediasi untuk medekatkan diri kepada Allah SWT.

“Rasulullah di sepuluh hari terakhir, memfokuskan diri untuk lebih taqarrub kepada Allah SWT. Sampaikan curahan hati kita dengan rendah hati di waktu terbaik yang telah ditentukan,” kata Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Prof Dr M Amin Suma SH MA MM dalam tausyiah itikaf di Masjid Fathullah UIN Jakarta, Selasa (23/8).

Amin Suma menjelaskan, pentingnya al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari sangatlah besar. Baginya, al-Qur’an sudah cukup menjawab masalah yang kerap terjadi pada manusia. Al-Qur’an tidak hanya sebagai bacaan biasa, tapi jauh dari itu al-Qur’an sebagai pemberi ketenangan batin bagi mereka yang membaca.

“Kenapa al-Qur’an berisi 30 juz, setidaknya memudahkan untuk kita agar dalam satu hari dapat mengkhatamkan satu juz. Ketika sekarang memasuki hari ke-23 puasa, kita seharusnya minimal sudah sampai pada surah Yasin,” jelasnya.

Syiar malam iktikaf di Masjid Fathullah, diadakan sejak Sabtu hingga Minggu (20-28/8). Untuk para pembimbing tausyiah, diisi seperti Prof Dr M Amin Suma, Ust Drs Hanif Fakhri SH MH, Dr KH Ahmad Mukri Aji MA.

Reporter : Jaenuddin Ishaq


Tahun Ini, Pascasarjana Terima 200 Mahasiswa Baru

Gedung SPs, BERITA UIN Online – Tahun akademik 2011/2012 ini Sekolah Pascasarjana (SPs) menerima sedikitnya 207 mahasiswa baru. Jumlah tersebut terdiri atas 106 orang program S-2 dan 101 orang program S-3.

Demikian disampaikan Deputi Direktur Bidang Akademik SPs Prof Dr Suwito kepada BERITA UIN Online di Gedung SPs, Rabu (24/8). “Penerimaan mahasiswa baru SPs tahun ini dilakukan melalui program beasiswa Kementerian Agama RI dan jalur mandiri atau reguler,” jelasnya.

Menurut Suwito, mahasiswa baru yang diterima melalui program beasiswa berjumlah 19 orang untuk program S-2 dan 27 orang program S-2. Sedangkan jalur reguler, jumlah yang diterima sebanyak 87 orang (program S-2) dan 74 orang (program S-3). “Ada juga mahasiswa baru yang diterima tanpa seleksi, tapi jumlahnya tak banyak dan masih proses,” ujarnya. Mahasiswa dimaksud adalah lulusan S-2 SPs UIN Jakarta yang akan melanjutkan ke program S-3 dengan tahun lulus mulai 2008.

SPs menerima pendaftaran mahasiwa baru melalui jalur reguler setiap hari kerja. Sementara seleksi dilakukan setiap awal Februari dan awal Agustus dengan sejumlah persyaratan tertentu.

Suwito menyatakan, proses penerimaan mahasiswa baru setiap hari dimaksudkan untuk memudahkan para calon mahasiswa mendaftar. Pasalnya, berbeda dengan program S-1, calon mahasiswa SPs lebih longgar sehingga kapan pun dapat mendaftar. “Tapi mungkin model (penerimaan setiap hari) ini hanya berlaku di SPs UIN Jakarta,” katanya.

Hindari Plagiarisme Membuat Karya Ilmiah

plagiat, plagiarisme

Gedung SPs, BERITA UIN Online – Deputi Direktur Sekolah Pascasarjana (SPs) Bidang Akademik Prof Dr Suwito meminta mahasiswa untuk tidak melakukan plagiarisme dalam membuat karya ilmiah. Tindakan plagiat selain melanggar etika akademis, juga sebagai pembodohan publik. Karya ilmiah yang dimaksud misalnya skripsi, tesis, disertasi, makalah perkuliahan, serta artikel atau karya akademik lain.

“Jika ada pelanggaran plagiarisme, pimpinan SPs tak segan-segan untuk menindak mahasiswa bersangkutan sesuai peraturan yang berlaku,” katanya kepada BERITA UIN Online di Gedung SPs, Kamis (25/8). Karena itu ia mengingatkan agar para mahasiswa maupun akademisi lain menghindari plagiarisme sebagai tanggung jawab insan akademis.

Menurut dia, peraturan dan tata cara pencegahan plagriasme dalam dunia akademik sudah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 17 Tahun 2010. Peraturan tersebut di antaranya memuat mengenai lingkup dan pelaku, pencegahan, serta sanksi-sanksi yang akan diberikan bilamana terjadi indikasi plagiarisme. “Sanksinya cukup jelas dan tegas, mulai dari teguran hingga pembatalan pemberian ijazah,” tandasnya.

Untuk menghindari tindak plagiarisme karya ilmiah secara dini, pihak SPs saat ini gencar menyosialisasikannya kepada mahasiswa. Tak hanya melalui forum-forum di kelas tetapi juga dalam bentuk informasi spanduk yang dipasang di beberapa titik strategis di Gedung SPs.

Menurut Suwito, informasi melalui spanduk yang dipasang di tempat strategis itu setidaknya untuk mengingatkan mahasiswa mengenai bahaya plagiarisme di dunia akademik. Sebagai insan akademis, katanya, sangat tidak patut jika mahasiswa, dosen, peneliti, maupun tenaga kependidikan melakukan tindakan tidak terpuji dalam membuat karya ilmiah.

“Tindakan (plagiarisme) tersebut tidak inovatif dan tidak kreatif,” ujarnya.

Template by : kendhin x-template.blogspot.com