Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 September 2011

Jadikan al-Qur’an sebagai Bacaan Utama

Masjid Fathullah, BERITA UIN Online - Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam sudah selayaknya tetap menjadi bacaan utama di bulan Ramadhan. Karena itu, seorang muslim sejati hendaknya menjadikan al-Qur’an sebagai salah satu mediasi untuk medekatkan diri kepada Allah SWT.

“Rasulullah di sepuluh hari terakhir, memfokuskan diri untuk lebih taqarrub kepada Allah SWT. Sampaikan curahan hati kita dengan rendah hati di waktu terbaik yang telah ditentukan,” kata Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Prof Dr M Amin Suma SH MA MM dalam tausyiah itikaf di Masjid Fathullah UIN Jakarta, Selasa (23/8).

Amin Suma menjelaskan, pentingnya al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari sangatlah besar. Baginya, al-Qur’an sudah cukup menjawab masalah yang kerap terjadi pada manusia. Al-Qur’an tidak hanya sebagai bacaan biasa, tapi jauh dari itu al-Qur’an sebagai pemberi ketenangan batin bagi mereka yang membaca.

“Kenapa al-Qur’an berisi 30 juz, setidaknya memudahkan untuk kita agar dalam satu hari dapat mengkhatamkan satu juz. Ketika sekarang memasuki hari ke-23 puasa, kita seharusnya minimal sudah sampai pada surah Yasin,” jelasnya.

Syiar malam iktikaf di Masjid Fathullah, diadakan sejak Sabtu hingga Minggu (20-28/8). Untuk para pembimbing tausyiah, diisi seperti Prof Dr M Amin Suma, Ust Drs Hanif Fakhri SH MH, Dr KH Ahmad Mukri Aji MA.

Reporter : Jaenuddin Ishaq


Hindari Plagiarisme Membuat Karya Ilmiah

plagiat, plagiarisme

Gedung SPs, BERITA UIN Online – Deputi Direktur Sekolah Pascasarjana (SPs) Bidang Akademik Prof Dr Suwito meminta mahasiswa untuk tidak melakukan plagiarisme dalam membuat karya ilmiah. Tindakan plagiat selain melanggar etika akademis, juga sebagai pembodohan publik. Karya ilmiah yang dimaksud misalnya skripsi, tesis, disertasi, makalah perkuliahan, serta artikel atau karya akademik lain.

“Jika ada pelanggaran plagiarisme, pimpinan SPs tak segan-segan untuk menindak mahasiswa bersangkutan sesuai peraturan yang berlaku,” katanya kepada BERITA UIN Online di Gedung SPs, Kamis (25/8). Karena itu ia mengingatkan agar para mahasiswa maupun akademisi lain menghindari plagiarisme sebagai tanggung jawab insan akademis.

Menurut dia, peraturan dan tata cara pencegahan plagriasme dalam dunia akademik sudah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 17 Tahun 2010. Peraturan tersebut di antaranya memuat mengenai lingkup dan pelaku, pencegahan, serta sanksi-sanksi yang akan diberikan bilamana terjadi indikasi plagiarisme. “Sanksinya cukup jelas dan tegas, mulai dari teguran hingga pembatalan pemberian ijazah,” tandasnya.

Untuk menghindari tindak plagiarisme karya ilmiah secara dini, pihak SPs saat ini gencar menyosialisasikannya kepada mahasiswa. Tak hanya melalui forum-forum di kelas tetapi juga dalam bentuk informasi spanduk yang dipasang di beberapa titik strategis di Gedung SPs.

Menurut Suwito, informasi melalui spanduk yang dipasang di tempat strategis itu setidaknya untuk mengingatkan mahasiswa mengenai bahaya plagiarisme di dunia akademik. Sebagai insan akademis, katanya, sangat tidak patut jika mahasiswa, dosen, peneliti, maupun tenaga kependidikan melakukan tindakan tidak terpuji dalam membuat karya ilmiah.

“Tindakan (plagiarisme) tersebut tidak inovatif dan tidak kreatif,” ujarnya.

Template by : kendhin x-template.blogspot.com